Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukan Nunung Yang Harus Berubah Orang Yang Dibantulah Yang Harusnya Sadar

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh.

Sebetulnya tidak ingin berkomentar terkait masalah yang satu ini yaitu terkait komedian Nunung terkhusus terkait dengan sudah membantu 50 keluarga namun saat dirinya sedang memerlukan bantuan tak satupun dari 50 keluarga yang dibantunya itu menolongya, namun karena banyak pemberitaan yang sepertinya belok dari apa yang disampaikan oleh Mba nunung itu sendiri rasanya tak tahan juga ingin menyampaikan sesuatu.

Dari pemberitaan yang saya simak arah pemberitaan menjadi ke arah yang sangat tidak baik yaitu kearah yaudah kalo begitu tidak usah membantu tidak usah terlalu perduli dengan orang lain. Ini sangat tidak sesusi dengan nilai - nilai luhur yang bangsa ini anut.

Nah ini yang ingin coba saya tanggapi. Seperti judulnya sebetulnya yang harusnya berubah bukan mba Nunung tapi 50 keluarga tersebutlah yang harusnya berubah dan sadar diri. Justru harus semakin banyak orang - orang yang sepetti mba Nunung ini, yang mau membantu banyak keluarga, membantu banyak orang. Dan mental yang dibantulah yang harus berubah, harus punya targetan kapan dia bisa balas budi untuk membantu orang lain terlebih membantu yang pernah membantunya. Dalam hal ini pemberitaan itu seharunya menekankan pada orang yang dibantunya harus berubah, bukan terkait tidak usah membantunya. Coba bayangkan andaikan dengan pemberitaan seperti itu orang - orang jadi tidak mau membantu. Padahal membantu itu adalah hal yang baik sangat baik sekali. Mau jadi apa masyarakat ini jika tidak ada lagi yang saling membantu. Justru yang harus ditekankan itu adalah sikap yang dibantu harus tau diri, harus berubah, harus punya rasa mau membantu.

Contoh pembetiraan suara.com tanggal 12 maret 2025 dengan judul Diduga Nyesel Nafkahi 50 Keluarga, Nunung Beri Pesan menohok: Jangan terlalu peduli

Menurut saya tulisan - tulisan atau vidio - vidio dengan judul dan arahan seperti ini sangat tidak patut dituliskan, sangat tidak patut diberitakan. Sekelas suara.com begitu arahan pemberitaannya. 

Hal - hal seperti ini menurut saya menjadi penurun kualitas empati manusia. Padahal yang harus di beritakan atau harus kena sangsi sosial itu adalah orang yang dibantu sehingga efeknya menimbulkan semangat jika sudah dibantu harus sadar diri, harus bisa membantu orang lain jangan mau disuapin terus.

Orang yang mau membantu seperti mba Nunung harusnya semakin banyak dan orang yang seperti yang dibantu Mba Nunung harusnya semakin sedikit bahkan harusnya tidak ada lagi. Harusnya arah pemberitaan itu seperti itu. Sehingga Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bisa terwujud.

Ingat sebagai bangsa Indonesia punya patokan jangan malah membuatnya semakin jauh dari patokan bangsa dan negara ini apalagi jika dikaitkan dengan agama janganlah peberitaan itu menjauhkan manusia dari nalai - nilai kebaikan agama yang justru nilai - nilai kebaikan itulah yang hendak dicapai dan berbangsa dan bernegara ini. Justru seharusnya bagaimana caranya supaya semakin menguatkan dalam mengerjakan  kebaikan - kebaikan yang diperintahkan dalam agama dan bangsa dan negara ini.

Jadi komentar saya Bukan Mba Nunung Yang Harus Berubah Tapi Orang Yang Dibantulah Yang Harusnya Sadar Diri, harus memiliki semangat seperti mba Nunung kapan bisa membantu orang lain. Jangan mau tangan diawah terus tapi harus tangan diatas, harus bisa memberi.

Udah begitu saja

Wassalamulaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

Posting Komentar untuk "Bukan Nunung Yang Harus Berubah Orang Yang Dibantulah Yang Harusnya Sadar"